alternate text

Saya Merasa Bersalah!

September 29th, 2008 No Comments »

Saya merasa bersalah!

Kalau sebelumnya blog puisi pasangan saya rajin diisi, sejak saya pressing, blog tersebut jadi minim content. Habis, di posting lamanya, inspirasinya dari masa lalu dia, yang dia tau banget saya cemburu abis sama masa lalunya itu.

Padahal, meskipun sekarang dia tidak lagi merangkai puisi dengan masa lalu sebagai inspirasinya, saya toh masih juga menangis di malam-malam sepi ketika saya merindukan dia. Ketika saya mengingat kejadian buruk yang membuat saya hampir kehilangan dia atau sebaliknya. Dan saya tidak pernah cerita ini, kecuali saat-saat dia telepon dan memergoki saya sedang terisak.

Saya tau, tidak sepatutnya saya pressing dia. Karena saya toh juga tetap manusia, yang tidak bisa mengendalikan apa yang dia pikirkan dan dia rasakan. Saya hanya bisa melihat apa yang ada di depan saya aja. Saya tetap tidak tau apa yang dia pikirkan dan rasakan ketika dia todak sedang bersama saya (dan itu lebih sering).

Siapa yang tau walaupun tidak diposting di blog puisinya, tapi banyak coretan pena di secarik kertas dan ketukan keyboard di notepad laptopnya? Saya tidak tau!!

Yah walaupun rasa percaya itu ada, tapi tetap, saya adalah manusia, yang bahkan tidak dapat mengendalikan pikiran dan perasaan saya sendiri. Meskipun kadang yang membuat saya emosi adalah pikiran dan perasaan saya sendiri.

Maaf, sayang..

alternate text

Cara Beda, Hasil Sama

September 11th, 2008 3 Comments »

Baru beberapa hari belakangan gw sadar, berdasarkan pengalaman pribadi gw pas jaman krisis pede beberapa bulan lalu, bahwa ternyata cara orang merasakan cinta dalam hidupnya itu macem-macem.

Gw pilih mencoba menilai seberapa jauh cinta gw ke pasangan dengan mencoba jalin dengan orang baru, sementara pasangan gw memilih untuk kehilangan gw disela kesibukan dia.

Hasilnya? Sama kok. Gw dan pasangan ternyata nggak cukup rela dan ikhlas kalo harus kehilangan apa yang udah kami punya.

Sekarang gw dan pasangan bahagia. Paling nggak, kejadian beberapa bulan lalu udah ingetin kami masing-masing, bahwa sebenernya kami masih saling sayang.