Sepagian ini tadi, saya merasa butuh inspirasi untuk hari ini. Jadi saya buka lemari buku dan mencari bacaan yang sudah lama sekali tidak saya baca. Di bagian yang terlihat oleh mata saya pertama kali, ada setumpuk buku karya-karya Shakespeare, lengkap dengan biografi dan kamus bahasa yang digunakan dalam setiap karya Shakespeare.
Buku-buku Shakespeare itu berada di bagian terdepan bukan karena buku-buku itu adalah bacaan terakhir saya, tapi karena beberapa waktu lalu saya membereskan kardus-kardus di gudang dan menemukan beberapa buku yang dulu saya cari-cari (dan ternyata diberesi oleh ibu saya).
Saya lupa, saya pernah sangat menyukai sebagian besar karya-karya Shakespeare, dan bahkan sempat belajar otodidak mengenai bahasa-bahasa yang digunakan Shakespeare dalam karyanya. Mungkin bagi beberapa mahasiswa Sastra, mata kuliah Shakespeare adalah pelajaran yang membosankan, tapi bagi saya (jika saya adalah mahasiswa Sastra), mungkin itu adalah satu-satunya mata kuliah dimana saya tidak akan pernah absen (kecuali sakit, tentunya; dan selain mata kuliah Structure). Melihat tumpukan buku-buku Shakespeare, saya jadi tertarik untuk membaca ulang karya-karya Shakespeare. Well, siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk tulisan saya lainnya.
Pilihan buku Shakespeare yang akan saya baca pertama kali jatuh pada Complete Works of Shakespeare: The Poems. Hingga saya menulis posting ini, saya telah selesai membaca Venus and Adonis. Ada satu bait yang saya suka sekali, bunyinya:
A thousand kisses buys my heart from me;
And pay them at thy leisure, one by one.
What is ten hundred touches unto thee?
Are they not quickly told and quickly gone?
Say for nonpayment that the debt should double,
Is twenty hundred kisses such a trouble?
Keren, kan?
