Gw nggak tau kenapa gw nggak pernah bisa merasa rela untuk menghadapi kenyataan bahwa dia bukan untuk gw. Masih ada harapan dalam diri gw untuk bisa terus bareng dia, tapi keadaan sama sekali nggak berubah jadi lebih baik. Tersiksa sebenernya ketika gw tahu gw masih berharap untuk bisa terus bareng dia, sementara di luar sana masih ada orang yang berharap bisa jadi pasangan gw.
Tentang Ketulusan
Ketika 3 sahabat gw tau masalah ini, mereka punya pendapat yang sama. Kalau memang ini cara dan jalan yang gw pilih, maka apapun keputusannya, resiko, konsekuensi, dan efek dari keputusan ini harus gw terima dan jalani dengan tulus tanpa ngeluh.
Lalu Cinta?
Tapi apa gw bisa jatuh cinta lagi, sementara hati gw masih juga belum bisa lepas seluruhnya dari mantan gw. Mungkin gw memang egois, tapi gw bersyukur, mereka berdua adalah orang yang pengertian dan besar hati.
Berdamai dengan Waktu
Mungkin memang benar kata sahabat gw, bahwa waktu memang bisa menghapus luka dan membingkai kenangan. Pertanyannya adalah, berapa lama waktu yang akan gw butuhkan untuk bisa sembuh dan mencoba semua dari awal lagi?







waktu yg qm butuhkan?
sampai qm bisa berdamai dengan dirimu sendiri.