alternate text

Uhh,, apa yang sedang terjadi pada orang-orang? Kenapa kalo baca alamat situs harus WeWeWe-dot-Syahwinda-dot-Kom? Sepanjang pendengaran dan penglihatanku, nggak sedikit orang yang bacanya begini, termasuk artis, presenter, bahkan yang katanya lulusan luar negeri sekali pun. Apa karena kepingin dibilang apdet? Gaul? Pinter? Coba deh, siapa yang bisa kasih tau aku, di mana letak apdet, gaul, atau pinternya? Coba baca sekali lagi. Atauuuu,, mungkin kepanjangan ngomong TripelDabelYu-nya?

Yaa meskipun kita-kita ini orang Endonesia asli, tapi belajar bahasa Engrish itu kan penting jugaa. Kalo memang bisa bahasa Engrish, harusnya baca alamat situs kan jadinya TripelDabelYu-dot-Syahwinda-dot-Kom, bukannya seperti yang aku sebut di awal tadi.

Kalo memangnya nggak bisa bahasa Engrish, ya sudah berbanggalah pake bahasa Endonesia. Menurut temen aku, bahasa Endonesianya WWW (a.k.a. World Wide Web) adalah JJJ (a.k.a. Jejaring Jagad Jembar), sesuai Ejaan Yang Dijawenkan. Tapi aku sendiri masih belum tau itu udah dipatenkan jadi bahasa Endonesia atau belum. Jadi bacanya JeJeJe-titik-Syahwinda-titik-Com.

Kenapa? Ada masalah? Kepanjangan? Atau lucu? Aku nggak menyalahkan. Keluargaku juga waktu aku kasih tau apa itu JJJ juga ketawa ngakak nggak berenti sampe sekitar 5 menit setelah aku kasih tau kok. Makanya, kalo lidah masih Jawa atau Endonesia, nggak usah sok kemengrish.

Untuk menghindari males ngomong kepanjangan atau disebut sebagai orang yang nggak bisa bahasa Engrish, kenapa nggak dicoba mulai sekarang cuma dibaca Syahwinda-dot-Kom aja?

Bener deh, ini sangat menyedihkan.

alternate text

Saya takjub sama blog pasangan saya yang diikutkan lomba. Sudah beberapa hari ini koneksi mati dan dua dari beberapa blog yang disertakan masih tetap ada di halaman kedua. Well, memang bukan prestasi membanggakan, semenjak yang dapet hadiah nantinya yang ada di posisi 10 besar.

Tapi mengingat koneksi mati dan beberapa hari sebelum koneksi mati juga nggak pernah diurus, tetap ada di halaman 2 itu bagi saya tetap aja keren. Terakhir saya cek posisi kedua blog pasangan saya berada di urutan 15 dan 20.

Begitu saya cek ke pasangan saya, kata dia kedua blog itu memang naik-naik sendiri meskipun dia nggak nengok sama sekali. Keren. Semoga aja naik lagi dan lagi. Hahaha…

Ketika saya cek blog miliknya yang lain, yang nggak pernah diurus (juga), unique visitornya juga stabil di kisaran 1600 sampai 1700an tiap harinya. Saya jadi bertanya-tanya, sebenarnya, apa yang sudah dilakukan pasangan saya ke blog-blog miliknya ya? Hmmm…

alternate text

Pagi ini nggak ada firasat-firasat aneh, seperti kedutan di kelopak mata atau telapak tangan gatel-gatel. Tapi begitu sampe kantor, buka laptop, gw dipanggil ma pasangan gw dan dia ngajakin brainstorming.

Dia juga ngajarin gw banyak hal lagi selain belajar gimana cara nulis konten yang oke. Banyak banget malah. Gw jadi heran, gimana yah cara dia bisa jadi sehebat itu?

Kalo boleh dibilang, he’s so damn perfect in my eyes. Berapa pun gw baca buku motivasi, apa pun kalimat yang ada di dalamnya, pasangan gw bisa menerapkan semua dan dia orang yang keras pegang prinsip.

Dia jadi makin mirip ma Bapak gw alm. yang bisa ngajarin orang lain banyak hal dari pengalaman beliau sendiri. Gw jadi semakin kagum..

alternate text

Biasanya, sekuel nggak lebih bagus dari bagian pertamanya. Tapi yang ini beda. Inkspell (Inkheart) bahkan lebih enak lagi dinikmati. Funke, si pengarang yang jago banget menghidupkan karakter dalam buku yang ditulisnya ini, menulis cerita yang berbalik dari buku pertamanya.

Kali ini, Mo dan Meggie yang masuk ke dalam Inkworld, sebuah dunia fantasi yang dipimpin oleh si jahat Adderhead dan para pengikutnya. Disini, Meggie bertemu Fenoglio, penulis Inkheart yang kini juga hidup di Inkworld. Fenoglio percaya, dengan kata-katanya dan suara Meggie, semua akan berakhir bahagia seperti yang dia inginkan. Tapi, itu semua nggak mudah. Semua karakter yang berada di Inkworld hampir aja musnah, mulai dari yang jahat, Mortola dan Basta, sampai yang baik, Mo dan Meggie.

Dengan ending yang agak shocking, kamu nggak akan sabar untuk menunggu bagian terakhir dari trilogi ini. Buku ini layak diacungi jempol. Dan nilai yang sempurna untuk orisinalitas, pengembangan karakter, kualitas tulisan, dan nilai hiburannya.