alternate text

Saya takjub sama blog pasangan saya yang diikutkan lomba. Sudah beberapa hari ini koneksi mati dan dua dari beberapa blog yang disertakan masih tetap ada di halaman kedua. Well, memang bukan prestasi membanggakan, semenjak yang dapet hadiah nantinya yang ada di posisi 10 besar.

Tapi mengingat koneksi mati dan beberapa hari sebelum koneksi mati juga nggak pernah diurus, tetap ada di halaman 2 itu bagi saya tetap aja keren. Terakhir saya cek posisi kedua blog pasangan saya berada di urutan 15 dan 20.

Begitu saya cek ke pasangan saya, kata dia kedua blog itu memang naik-naik sendiri meskipun dia nggak nengok sama sekali. Keren. Semoga aja naik lagi dan lagi. Hahaha…

Ketika saya cek blog miliknya yang lain, yang nggak pernah diurus (juga), unique visitornya juga stabil di kisaran 1600 sampai 1700an tiap harinya. Saya jadi bertanya-tanya, sebenarnya, apa yang sudah dilakukan pasangan saya ke blog-blog miliknya ya? Hmmm…

alternate text

Pagi ini nggak ada firasat-firasat aneh, seperti kedutan di kelopak mata atau telapak tangan gatel-gatel. Tapi begitu sampe kantor, buka laptop, gw dipanggil ma pasangan gw dan dia ngajakin brainstorming.

Dia juga ngajarin gw banyak hal lagi selain belajar gimana cara nulis konten yang oke. Banyak banget malah. Gw jadi heran, gimana yah cara dia bisa jadi sehebat itu?

Kalo boleh dibilang, he’s so damn perfect in my eyes. Berapa pun gw baca buku motivasi, apa pun kalimat yang ada di dalamnya, pasangan gw bisa menerapkan semua dan dia orang yang keras pegang prinsip.

Dia jadi makin mirip ma Bapak gw alm. yang bisa ngajarin orang lain banyak hal dari pengalaman beliau sendiri. Gw jadi semakin kagum..

alternate text

Biasanya, sekuel nggak lebih bagus dari bagian pertamanya. Tapi yang ini beda. Inkspell (Inkheart) bahkan lebih enak lagi dinikmati. Funke, si pengarang yang jago banget menghidupkan karakter dalam buku yang ditulisnya ini, menulis cerita yang berbalik dari buku pertamanya.

Kali ini, Mo dan Meggie yang masuk ke dalam Inkworld, sebuah dunia fantasi yang dipimpin oleh si jahat Adderhead dan para pengikutnya. Disini, Meggie bertemu Fenoglio, penulis Inkheart yang kini juga hidup di Inkworld. Fenoglio percaya, dengan kata-katanya dan suara Meggie, semua akan berakhir bahagia seperti yang dia inginkan. Tapi, itu semua nggak mudah. Semua karakter yang berada di Inkworld hampir aja musnah, mulai dari yang jahat, Mortola dan Basta, sampai yang baik, Mo dan Meggie.

Dengan ending yang agak shocking, kamu nggak akan sabar untuk menunggu bagian terakhir dari trilogi ini. Buku ini layak diacungi jempol. Dan nilai yang sempurna untuk orisinalitas, pengembangan karakter, kualitas tulisan, dan nilai hiburannya.

alternate text

Inkheart

March 11th, 2009 No Comments »

Pernah nggak bayangin kalo karakter yang ada di novel yang lagi kamu baca tiba-tiba aja jadi nyata? Maksudnya, tiba-tiba aja gitu ada di hadapan kamu? Kurang lebih, itulah cerita yang disajikan di Inkheart.

Jadi, satu malam, Mo baca buku dengan suara kencang. Yang nggak disangkanya, karakter yang sudah dia sebutkan tadi muncul di hadapannya. Masalahnya, gimana kalo ternyata yang jadi nyata tadi kebetulan karakter yang jahat? Dan memang, yang muncul di hadapannya adalah karakter jahat. Sekarang, gimana caranya dia dan putrinya, Meggie, menemukan jalan untuk memusnahkan karakter tadi.

Buku ini penuh petualangan dan enak banget dibaca. Kamu nggak akan pernah bisa berhenti baca sampai lembar terakhir selesai. Dan bahkan kalo udah selesai sekali pun, kamu nggak akan sabar untuk nungguin buku kedua dan ketiga dari trilogi ini.